Monday, December 10, 2012

Language Assessment principles and classroom Practices : Assessing Speaking (Part I)

disini saya akan mencoba menjelaskan secara singkat materi mengenai Assessing Speaking berdasarkan pemahaman yang saya tangkap
___________________________________________
speaking performance assessment dibagi menjadi 5 kategory:
  1. Imitative, di kategori pertama ini yang menjadi acuan penilaiannya hanya pada bagai mana seseorang meniru pengucapan sebuah kata, prase, atau bahkan kalimat lengkap yang terdiri dari beberapa kata dan prase. pada kategory ini yang jadi objek penilain bisa berupa bagai mana seseorang mengucapkan bunyi phonetic dengan benar, prosody (tekanan pada suatu kata).
  2. Intensive, [i've no idea about this one]
  3. Responsive, disini yang jadi kategori penilaian adalah kemampuan berinteraksi siswa/test taker tapi yang interaksinya itu hanya pada yang dibatasi pada percakapan sederhana dan/atau percakapan pendek saja, kayak misalkan greeting, asking condition, small talk, simple request and comments, etc...
  4. Interactive, interactive sebenarnya memiliki kategori penilaian yang sama ama yang responsive, hanya saja level yang diujikannya berbeda. kalau di responsive hanya percakapan sederrhana dan/atau percakapan pendek, sedangkan di Interactive percakapannya itu lebih compleks dan lebih panjang bukan hanya sekedar [Hi, how are you || I'm fine thank you, and you || i am fine too || nice to meet you || nice to meet you too || Bye || bye] tapi jauh lebih compleks, misal ngobrolin teangga yang baru dapet kupon mie ayam gratis, atau istri yang suka minta ini itu, dan lain sebagainya.
  5. ekstensive (monologue), contoh test nya itu kayak Speeh (pidato), presentasi, story telling, dll. jadi mungkin yang ditilai dari ekstensive itu bagaimana cara kita menyampaikan apa yang ingin kita sapaikan dengan gaya bahasa, gesture, mimik yang komunkatif.

Micro and Macroskills of speaking.
Ketika seseorang berbicara, maka secara tidak langsung orang tersebut mengeluarkan banyak kemampuan yang ia miliki, seperti: kemampuan meyakinkan perdengar terhadap apa yang ia bicarakan. kemampuan mengucapkan hurup/kata dengan fasih, kemampuan memilih kata yang sekiranya pantas agar tidak menyinggung lawan bicaranya, dll,  disini kita akan membedakan kemampuan apa saja kah yang termasuk kategori micro dan kemampuan apasajakah yang termasuk kategori makro.

  • Microskills
1. kemampuan penggunaan kelas kata (parts of speech, kayak noun, verb, adverb, dll...), system (kemampuan penggunaan tenses, pluralization), elliptica form, dll
2. kemampuan menggunaan tekanan (stress of words), intonasi.
3. mampu mengungkapkan makna berdasarkan fungsi grammar yang berbeda-beda
  • Macroskills
1. kemampuan menggunakan mimik muka, gerak tubuh, dan bahasa nonverbal lainnya untuk menunjang lancarnya berkomunikasi
2.mampu menyesuaikan topik pembicaraan berdasarkan situasi, lawan bicara, maupun tujuan komunikasi dengan appropriate.









3 comments:

  1. t..th..thh...this is coooool maaaaan! love you! eh, love it maksute!

    -dila

    ReplyDelete
  2. jangan pake anonymus atuh, pake ID blog dila. jadi saya bisa berkunjung balik ke blog na :)

    ReplyDelete
  3. Good material explanation gan.. Sangat membantu dan bermanfaat

    ReplyDelete

There was an error in this gadget